Home

Sunday, June 5, 2011

Lovely Brothers


Di sini, aku enak-enakan bisa main game sesuka hati, makan kenyang, hidup santai,, tidur cukup,, kuliah semena2, kerja dengan tenang,,

Sementara di sana, kedua adikku hidup berjuang jauh lebih keras,, sampai2 tetesan keringatnya terkadang meresapi mimpi tidurku.


Kedua adikku yg hidup merantau jauh dari sanak saudara, begitu belia namun terlihat jauh lebih dewasa dibanding usianya.

Adikku, smester 4 di ITB, sangat soleh dan menjadi teladan keluarga, hidup mandiri sejak SMA, banting tulang di kota kembang, demi setitik ilmu yg ia perjuangkan. Daftar prestasinya membuat mataku basah.


Adam pas menjelajah Singapore


Kakinya telah menjejakkan di tanah Ambon, Makassar, Lampung, Padang, bahkan ke Negeri Jiran dan Singapore, di usia sebelia itu dan dengan jerihpayahnya sendiri. Subhanallah.

Ceria aku di hadapan semua orang, walopun kadang airmata malu2 meluncur di pipiku. Mengingat semua nikmat yg teramat indah: me

miliki adik segagah itu.

Yang bahkan dalam igau tidurnya adalah lafadz Allah yang ia alunkan. Yang begitu menjaga

dirinya, yah,, jangankan nembak cewek, kayak anak2 seusianya. Ia bahkan gak prnh brusaha dekat dgn cwek. Rasa cinta dan takut pada Rabbnya begitu besar. Dengan payah, kuakui aku malu pada diri sendiri.

Dalam banyak hal, ia salah satu sumber kekuatan dan inspirasiku. Adik yang mungkin lebih pantas kusebut kakak. hehe..



mimpi Fawaz di tahun 2015


Adikku yang terakhir, juga tak luput membuat dadaku kembang kempis bangga. Meluap dan sangat penuh rasa banggaku. Ia kini yang tengah berjuang mendapatkan kursi perguruan tingginya. Permudah langkahnya ya Rabb.

Masa-masa SMA nya penuh warna dan ia torehkan dengan sangat indah. Sempet menjabat menjadi ketua OSIS di tahun keduanya di SMA-salah satu terbaik- di Jawa Barat.

2 hari lagi adalah tepat usianya yang ke-19. Mulutku menganga, kaget, sadar bahwa adik kecilku sudah sebesar itu. Pantas.. dia juga begitu bersemangat mencapai mimpi.

Ia adalah cahaya keluarga, keceriaan keluarga dengan segala cerita dan kelucuannya. Dia punya mimpi besar, yang gak bisa kusebutkan di sini. Adik yang tutur katanya lebih bijak dibanding kakaknya ini. Yang selalu punya celah untuk bisa tertawa, dan bahagia, di segala kesempatan.

Kedua adikku ini saling belajar dalam kesolehan. Nah aku,,hm..


*Maap tama belum bisa, berbuat apapun Y_Y

semangat berjuang Adam Habibie dan Fawaz Syaefullah,,

Khatam Quran berapa kali??!!



Waaktu itu gue masih pakai seragam kesayangan putih abu-abu.

suatu hari di perpustakan, hari yg jarang banget, mengingat gue bisa dihitung jari ke perpustakaan jaman2 itu.

entah kenapa gue inget 1 dialog kocak masa silam itu, yahh..itung2 buat penghilang bosan deh.

gue ceritain deh di notes ini. haiyaaa..

dialog antara gue dgn seorang guru muda petugas perpus. -______-"

guru (G)

gue (g)


g: "Pak, mo pinjam buku,,"

G: "Rahma udah khatam Qur'an berapa kali?"

g: "Hah??" gue langsung mendongak ke depan, kok tiba2 tanya yang gak nyambung siy -__-

"Mo pinjem buku pak," jawab gue.

G: "Iya udah khatam Qur'an berapa kali? ada 5 kali?"

g: "wew ngeyel nih bapak"

g: "Emang kenapa pak?" akhirnya gue tanya balik

G: "Kalo udah pernah khatam beberapa kali baru bisa masuk kriteria calon istri saya"

g: "AAAAAAAAAAAAAAAAAAA????!!!!"


Sumpah, mulut gue nganga huahahhaha.. nih guru kocak abis. Ngomongnya datar lagi, zzzzz siapa juga pak yang mau daftar. huehehe..ckck.


lanjutkan lah pak!

gue ngeloyor pergi dgn buku di tangan, sambil mikir tuh bapak muda salah minum obat. hahaha