Home

Showing posts with label Tugas Akhir. Show all posts
Showing posts with label Tugas Akhir. Show all posts

Friday, September 7, 2012

Suatu Malam di Bawah Langit Tanpa Bintang





seorang perempuan berpenampilan a la mita the virgin versi memakai rok dgn sepatu kets-nya, berpose dgn kamera handphone teman-nya, tertawa menyipit di balik kacamata perseginya riuh, lalu ke kanan lebih sedikit, di sebuah meja dua kursi yang menyandar pada kaca, sepasang paruh baya yang mesra dgn gadget masing-masing, sang pria dgn smartphone-nya, dan sang wanita dgn macbook-nya, dan iseng kuintip dari belakang punggungnya, sibuk sekali ia memposting di blog pribadinya. 

Mataku berpendar tepat di samping tempatku duduk, hanya terpisah sebilah kaca sebening kejujuran, seorang pria dgn rambut 'jarang-jarang', menopang sepasang tangannya, tampak serius sekali menyimak lawan bicaranya, seorang pria yang juga berambut 'jarang', hehe, bedanya, yang kedua berkacamata tebal dan bercelana kotak-kotak selutut. Cangkir kopi pri pertama nyaris kosong, tapi sepertinya obrolan mereka hanya tuhan dan mereka saja yang tahu kapan akan berakhir. Hahaha

bosan dengan sepasang pria berambut jarang, mataku menerawang lebih jauh, kali ini seorang ibu masa kini yang kebapak-bapakan, bergerombol dgn sekawanan pria dan seorang gadis remaja tanggung berjaket, sang ibu dgn bercelana pendek, dan asap rokok tak hentinya mengepul melewati jemarinya. Fuhh..

Dan, tepat di depan kepalaku yang terbungkus pasmina hitam, seorang mahasiswa tingkat akhir yang akan menyelesaikan beberapa revisi tugas akhirnya di bawah atap kafe ini, tapi sepertinya ia terlalu bersemangat, dan pulas dengan janji akan terbangun di sepuluh menit pertama. Haha semangat ya temanku!


Inilah suatu malam di bawah langit tanpa bintang, langit Jakarta :")

Friday, August 24, 2012

telephone

my phone, when you leava me here, the snow and the tears falls. lol

Seharusnya, judul asli dari postingan ini adalah handphone. Tapi kok rasanya aku nggak tega buat menuliskan kata handphone, aku masih membaui aroma menyedihkan saat aku menuliskan kata 'handphone'. Karena itu, akhirnya kuperhalus dengan telepon.

Akhir januari tahun ini bisa jadi akan aku ingat di sepanjang waktu yang kuluangkan untuk melamunkan hal-hal tidak penting, contohnya seperti mengingat kejadian naas saat aku kehilangan handphone-ku tersayang. Haha, tolong jangan protes dulu karena nada tulisan yang akan aku buat ini agak mengalami dramatisasi demi tercapainya kesan menarik. -_-

Handphone-ku yang kubeli dengan susah payah, dengan keringat seorang mahasiswi luntang-luntung sepertiku, prestasi besar aku memilikinya. Sayang, hanya empat bulan ia berjasa menyertai kehidupanku yang tidak datar. Terlebih, ia pergi saat aku bawa tugas negara: penelitian Tugas Akhirku.

Keraton Kanoman, salah satu keraton bersejarah di Kota Cirebon, hari itu sangat terik memayungi kepalaku. Aku memang asli Cirebon, tapi percaya nggak, itu kali pertamanya aku masuk keraton yang didirikan kedua, setelah Keraton Kasepuhan tersebut. Bukan hal yang bagus memang.

Alasanku ke sana, siang itu pun cukup penting, yaitu kepentingan penelitian Tugas Akhir-ku yang mengangkat tema wisata budaya Cirebon. Ok, belum sempat aku hunting ilmu dengan lahap, terjadilah peristiwa aku kehilangan benda pintar itu. Kejadiannya sangat lambat sampai-sampai aku nggak berhasil mengingatnya. Loh.

Yak, handphone-ku jatuh tanpa aku sadari, saat aku berusaha napak tilas dan menganalisa, siapa tahu, handphone-ku kembali, takdir berkata ia nggak akan kembali. Dengan menyesal dan hati yang dilapang-lapangkan, tanpa melanjutkan penelitian pentingku, aku pulang dengan suasana hati yang kurang bagus.


telephone

Sejak itu, aku nggak pernah benar-benar merasa punya handphone. Hidupku lumayan berubah drastis, karena seluruh kontak dan memory hilang. Relasi dan teman-teman hilang, woro-woro di media sosial nggak begitu banyak membantu. Ganti handphone sudah pasti, tapi lima kali gonta-ganti karena beberapa secara misterius rusak, dan sisanya eror. Sebelas duabelas ya. Sampai sekarang, sepertinya aku belum menemukan lagi jodoh handphone-ku...


Karpet!!