Home

Friday, November 30, 2012

Menjadi Orang Lain

Sekali-kali bereksperimen ternyata seru juga. Awalnya photoshoot ini adalah menguak hobi lama yang udah lama banget gak dilakukan, yak, berpose-ria di depan tustel. Semua tenggelam dalam rutinitas yang seolah tiada akhir, jadi akhirnya tanpa aku sadari, hobi demi hobi terlewat begitu saja. Salah satunya hobi berjalan di atas Karpet Ungu pun, aku lewati. Hiks,,hiks,,

Lama gak bergaya di depan kamera, ternyata membuat 'attitude' terasa agak kaku juga ya, hehe,, yailah,, biasa narsis, jadi lupa deh gimana caranya narsis. Ini ciyus lho,,

Then, dengan bantuan teman satu kamar yang kebetulan memiliki kesamaan hobi, jadilah kami berksperimen. Aku memilih menjadi orang lain dalam eksperimen photo shoot kali ini. Entahlah sosok siapa di depan kamera itu, yang jelas aku merasa itu bukan aku banget. Yap, seriously..

Friday, September 7, 2012

Suatu Malam di Bawah Langit Tanpa Bintang





seorang perempuan berpenampilan a la mita the virgin versi memakai rok dgn sepatu kets-nya, berpose dgn kamera handphone teman-nya, tertawa menyipit di balik kacamata perseginya riuh, lalu ke kanan lebih sedikit, di sebuah meja dua kursi yang menyandar pada kaca, sepasang paruh baya yang mesra dgn gadget masing-masing, sang pria dgn smartphone-nya, dan sang wanita dgn macbook-nya, dan iseng kuintip dari belakang punggungnya, sibuk sekali ia memposting di blog pribadinya. 

Mataku berpendar tepat di samping tempatku duduk, hanya terpisah sebilah kaca sebening kejujuran, seorang pria dgn rambut 'jarang-jarang', menopang sepasang tangannya, tampak serius sekali menyimak lawan bicaranya, seorang pria yang juga berambut 'jarang', hehe, bedanya, yang kedua berkacamata tebal dan bercelana kotak-kotak selutut. Cangkir kopi pri pertama nyaris kosong, tapi sepertinya obrolan mereka hanya tuhan dan mereka saja yang tahu kapan akan berakhir. Hahaha

bosan dengan sepasang pria berambut jarang, mataku menerawang lebih jauh, kali ini seorang ibu masa kini yang kebapak-bapakan, bergerombol dgn sekawanan pria dan seorang gadis remaja tanggung berjaket, sang ibu dgn bercelana pendek, dan asap rokok tak hentinya mengepul melewati jemarinya. Fuhh..

Dan, tepat di depan kepalaku yang terbungkus pasmina hitam, seorang mahasiswa tingkat akhir yang akan menyelesaikan beberapa revisi tugas akhirnya di bawah atap kafe ini, tapi sepertinya ia terlalu bersemangat, dan pulas dengan janji akan terbangun di sepuluh menit pertama. Haha semangat ya temanku!


Inilah suatu malam di bawah langit tanpa bintang, langit Jakarta :")