Home

Tuesday, December 22, 2015

TANDAIN!!!

Menurut guru kita, Ustad Amir Faishol Fath, BERSYUKUR adalah menggunakan nikmat Allah dengan hal-hal yang Allah suka. Misalnya mata digunakan untuk melihat hal-hal yang Allah suka, menghindari melihat yang dilarang Allah, itu salah satu bentuk syukur tertinggi.

Alhamdulillah, salah satu bentuk syukur saya akan karunia yang Allah berikan adalah dengan mengajar. Memang, ilmu saya akan desain grafis masihlah sangat sangat sedikit. Tetapi sesuatu yang sedikit, ketika dibagi, tetap saja beraroma "segar". Karena ilmu, haruslah mengalir. Sama seperti air, ketika ia "diam", maka ia akan rusak.

Yak, Allah takdirkan saya bisa mengajar komputer grafis di sebuah lembaga pelatihan milik pemerintah DKI Jakarta. Mengajar tenaga usia produktif yang masih belum bekerja. Masya Allah, sebuah kesempatan yang membuat saya bersemangat.


Mengajar dengan anak-anak didik yang usianya nggak jauh dari saya, bahkan beberapa jauh lebih tua daripada saya, membuat saya merasa ini bukanlah "bekerja" seperti yang Saya bayangkan kala itu. Ini lebih tepatnya, saya belajar, saya bermain, saya berteman dengan mereka tapi dibayar!
Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustakan, Cil?


Pose andalan -_-



Saya dan teman-teman di kelas, selalu menunggu pagi dengan antusias. Setiiap pagi artinya kita akan belajar hal baru. Alhamdulillah dikaruniai anak-anak yang aktif dan bersemangat. Seantusias itu, bahkan chat group kami di Whatsapp selalu penuh bahkan sebelum saya tiba di rumah ketika pulang mengajar. Rata-rata mereka belum mengenal software desain grafis sama sekali sebelumnya. 
Kita semua mulai lagi dari O. Tapi karena semangat mereka, ini bukanlah penghalang.
Belajar mengenal desain menjadi lebih seru, asyik, dan menarik!

Saya selalu membuat kebiasaan di kelas. Kebiasaan menekankan intonasi atau kata-kata yang khas. Di kelas terakhir, kata yang sering saya tekankan adalah "TANDAIN". Kata yang selalu saya gunakan saat ada siswa yang badung atau pura-pura badung.

Misal ketika saya memberikan PR, ada siswa yang lupa atau tidak sengaja tidak mengumpulkan PR yang saya beri. Maka saya katakan, "yang nggak ngumpulin PR, TANDAIN".

"Yang tadi terlambat, TANDAIN"
"Dimas, Haitami, besok menghadap saya. TANDAIN"

Begitu berulang sampai menjadi warna tersendiri bagi anak-anak. Bahwa ketika mereka mealukan sesuatu yang 'mencurigakan', hati-hati mereka takut ditandain. Hihi

Sampai-sampai saat mengumpulkan tugas upload karya pun, caption mereka,
"Upload karya ah, biar nggak ditandain"

Masya Allah, alhamdulillah kalau komunikasi yang saya lakukan berhasil dan mengena pada bahasa kalbu mereka. :p

Kini, mereka sudah selesai latihan. Kata TANDAIN masih melekat, hingga mereka membuat projek bersama bernama "TANDAIN Project". Sebuah wadah mereka mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di kelas, dengan level yang lebih luas, yaitu menerima jasa desain dari masyarakat.

NB. Bahkan saat pose barengpun tetap pose "TANDAIN" :D

Barakallaah.. alhamdulillaah.
Terimakasih ya Allah atas  segala nikmat dariMu.






APA KABAR BERKUDA?

Saya termasuk tipe cewek ribet yang berusaha simpel dalam banyak hal.
Contohnya, karena benda bawaan saya banyak, maka saya berusaha simpel dengan selalu memakai ransel. Di dalam ransel pun dipilah-pilah lg dengan kantong atau plastik, agar SIMPEL dan nggak ribet.
Lalu urusan kenyamanan, karena saya seorang pejalan kaki sejati, alhamdulillah dikarunia Allah skill berjalan dengan cepat. Agar SIMPEL, saya menyiasatinya untuk selalu memakai bawahan rok. Biar apa? Biar gampang bergerak bebas. :D


Termasuk dalam mengatasi rasa takut. Pengennya, takutpun sesimpel-simpelnya. Sebagai manusia biasa, banyak hal yang saya takuti, terutama hewan. The most mah tikus, selebihnya lumayan takut anjing dan KUDA!

Hihihi, makanya nggak pernah sekalipun membayangkan akan naik kuda apalagi berkuda!

Tapi suatu hari akhirnya dihadapkan pada kesempatan buat berkenalan dan berlatih kuda. Qadarullah.

Bersama teman-teman Muslimah Academy, pagi itu kami antusias sekali menuju Eco Pesantren, Darus Sunnah milik Aa Gym. Gimana nggak antusias, setelah semalam kita diajak tasyakur diri, pagi itu kita akan berolahraga berkuda! Wiihh,, kedengarannya keren,, Ups  tunggu dulu ya.

Photo credit: hidayatullah.com


Pelatih dan Pekuda harus sama-sama sabar


"Zaheeb, ayo belok!!"

"Ini mana kanan, mana kiri, Ustad??"



Salah satu dari banyak hal yang kusuka dari Pesantren Aa adalah bersih! 
Termasuk ketika kita sampai di area kandang kuda, beda sekali saat kita ke peternakan sapi di jogja dulu. Kandang kuda disini bersih dan nyaris tidak berbau! Ini karena setiap kali kuda membuang kotoran, langsung dibersihkan oleh santri yang bertugas. Jadi, kekhawatiran akan "kotor" sirna.
Tinggal ketakutan yang lain. Hehe

Kenapa takut kuda?
Kuda itu besar, bisa menendang, tapi saya nggak bisa bilang "JANGAN" ke dia. Mungkin itu alasan yang tepatnya ya. Hihi

Sebelum semuanya terjadi, kami lebih dulu mendengarkan instruksi dari para instruktur. Bagaimana sih tips trik berkuda.
YANG PALING PENTING LAGI-LAGI LURUSKAN NIAT KITA DALAM BERKUDA.
Ustad mengingatkan, pastikan niat kita hanya karena Allah, mentaati perintahNya, melalui Rasulullah, untuk berlatih berkuda. HIKMAH apa sih yang terkadung dalam berkuda?

Ternyata olahraga berkuda bukan hanya olahraga yang melibatkan fisik, tapi juga hati. Ceilaa..

Tapi ini serius. Teh Ghaida Tsuraya, bahkan sebelumnya mewanti kami, bahwa olahraga kuda itu pertama harus nyambung dulu dzikir kita, biar bisa komunikasi dengan kuda. Hati ke hati. Konon, kuda tahu isi hati kita. Kalau kita ragu, ia juga akan segan dan tidak patuh. Tapi kalau kita mantap dan yakin, maka kuda akan bisa kita taklukkan.

Deg-deg. Masalahnya saya ragu dan saya takut. Kelarrr.


Kuda harus kenal dulu siapa kita. Minimal dari "aroma" kita. Karena itu sebelum menaikinya, kita PDKT dulu atau istilah kerennya grooming. Seperti memberi kuda makan dengan tangan kita. Pakde, masalahnya saya salah. Ternyata saya bukan takut ditendang kuda, saya takut digigit.. Ugh.


Apalagi saat Aa pelatih, Ustad Ganjar bilang, resiko berkuda itu ada 3:
DIGIGIT
KETENDANG
KELEMPAR


Sedaaaaappp...

Saya mendapat kesempatan berkenalan dengan Sanjah, kuda jantan yang bersih dan gagah, milik Teh Ghaida Tsuraya. Teh Ghaida cerita, sewaktu latihan, pernah kelempar dan rasanya SAKIT BANGET. Noted :"(

Kata Ustad, kuda itu umurnya terbagi 3. saat pagi, ia seperti anak usia 3tahun, jadi perlakukan ia seperti anak-anak. Hari menjelang siang, ia seperti manusia berusia 30tahunan, perlakukan ia dengan tegas. Sore beda lagi usianya. *Noted lagi..
Gimana caranya memperlakukan kuda seperti anak 3 tahun, dengan kepala SEBESAR ITU? dan gigi sebasah itu?
:"(

Tetap mencoba tegar dan setia. #Eh

Tiba juga giliran saya berkuda dengan Sanjah.
Dua kali saya gagal menuntun Sanjah. Saya belum bisa menguasai diri. Sanjah tahu saya ragu dan takut, jadi dia iseng dan agresif. Masyaa Allah, benar, saya DIGIGIT!

Alhamdulillah sakit cuma semenit karena hanya sedikit yang kegigit Sanjah :"(
Tapi cukup memukul mental yang sudah susah payah kukumpulkan.

Akhirnya, saya menunggu sambil memupuk keberanian lagi, mencoba mengabaikan dagdigdug di dada. Lalu, ketiga kalinya saya menuntut Sanjah.

Dalam hati, saya sudah pasrah sama Allah, kalau kali ini saya harus digigit lagi ataupun ditendang, itu urusan Allah saja, yang penting saya mau mencoba. Masya Allah, akhirnya saya berani menuntut Sanjah dua putaran. Lalu,

"Teteeeh,, punten ya, kenalannya sama Sanjah, tapi naiknya sama Zaheeb aja yaa..."
kata Ustad Ganjar, memotong kebersaamku dengan Sanjah dengan mendadak.


"A,, itu saya udah kenalan sama Sanjah susaaah,, berarti saya harus kenalan lagi sama Zaheeb??"
Mau nangis rasanya. hihi

Akhirnya Ustad memberikan tali pelana Zaheeb kepada saya. Subhanallah, dagdigdug yang tadi ketika menuntun Sanjah langsung hilang ketika menuntut Zaheeb. Mungkin benar inilah olahrga hati. Kita bisa berkomunikasi dengan kuda lewat dzikir kita.

Sayapun berhasil naik Zaheeb dan susah payah mengarahkannya berjalan dengan zigzag.
Untuk level yang takut kuda, saya cukup senang dan puas. Dan, penasaran untuk mencoba lagi!

Zaheeb meronta 

Banyak banget hikmah dari mencoba berkuda ini, terlebih untuk si sok-penakut sama kuda kayak saya. Hikmah terbesarnya adalah apapun itu, kita harus YAKIN Allah saja sebaik-baik penolong dan tempat berlindung.

Semoga Allah panggilkan di lain kesempatan, dengan niat dan keadaan yang jauh lebih baik. Aamiin.

Bersama Si Cool Zaheeb, Kuda milik A Ghazi